17 Maret 2009

Bermimpi Dengan Sekolah Berbasis ICT

ICT (Information and communication technology) sekarang hanya dikenal sebagai kelas khusus dalam suatu lembaga edukasi, yaitu sekolah. Bisakah dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ICT menjelma menjadi satu kesatuan yang lebih besar? Sekolah misalnya?

Jika kita mencoba bermimpi, kita bisa saja membayangkan nantinya terjadi perubahan dalam seluruh aspek belajar mengajar. Hingga komputerisasi benar-benar ditekankan dalam seluruh aspek belajar mengajar. Hingga komputerisasi benar benar ditekankan dalam seluruh proses. Seperti dalam hal hubungan antara siswa dengan guru, dapat dibina jauh lebih baik lagi. Guru- guru memiliki blog yang aktif dikelola, blog ini nantinya dapat digunakan sebagai media Tanya jawab antara guru dan siswa, media pembelajaran ketika guru berhalangan mengajar, tempat mengunduh hand out, dan hal lain yang berkaitan.

Kemudian tidak ada lagi siswa yang membawa banyak buku ke sekolah, baik itu buku tulis maupun buku paket. Semua diringkas dalam e-book, selain lebih praktis dan efisien, pembajakan buku untuk jual beli juga dapa diminimalisasi. Karena data buku pelajaran hanya perlu di copy secara cuma-cuma. Dalam hal ini perlu ada kerjasama dengan instansi terkait untuk membuat atau mengawasi data pembelajaran yang bebas di copy demi menjaga hak cipta pengarang.

Dengan kemajuan teknologi pula, perpusakaan dapat dikembangkan menjadi perpustakaan terpadu digital yang dapat diakses lewat internet. Data data buku yang ada tersimpan rapi dalam sebuah website, sehingga nantinya pengguna (user) dapat mengoreksi, mengunduh, maupun menambah data buku yang ada. Perpustakaan ini dapat menjadi perpustakaan bersama, sehingga tiap sekolah idak perlu membuat sendiri. Absensi sidik jari, pengajaran menggunakan animasi, wi-fi di lingkungan sekolah, serta masih banyak contoh lain.

Contoh diatas hanyalah sebagian kecil dari masih banyak lagi perubahan yang dapat terjadi. Hal-hal tersebut mungkin sekarang hanya sekedar mimpi. Tapi dengan kemauan dari seluruh pihak, bukan tidak mungkin hal hal di atas menjadi sebuah kenyataan. Memang pada awalnya diperlukan adaptasi yang cukup berat. Namun bukan berarti itu tidak mungkin ...

6 komentar:

Vai mengatakan...

Wah, bukan dirimu aj yg mimpi gt, aq jg T.T, males bgt d nulis nyatet2 dan cr pembelajaran tradisional. ,
Tp d sma 1 insyaallah pelan2 lah, beberapa guru ud ad yg aktif ngisi materi d e learning n bkn blog, beberapa jg ad yg masi kosong melompong. ,hehe, . tp walaupun ad e book, emg buku g bs dtggln si, soalny kalo d buku entah kenapa lbh enak aj blajarny :p

Ktny sma 1 brubh bgt slama 3 tahun trkhr, mungkn 3 taun lg, pas qta ud lulus, it smua ud bkn mimpi lg XD

Zae mengatakan...

@Vai
Wahhm diamini saja lah kalo sma1 bisa kayak gtu ...
Menurutku kenapa buku ga bisa ditinggalain adalah karena kita belum punya mini laptop. Yang kira-kira ukurannya seperti buku tulis, jadi mudah dibawa-bawa dan di baca... Dan juga harus tipis dan ringan, ya.. Kayak buku lah ...

Karena kalo setiap kita maw baca materi tapi harus buka laptop segede gtu ya kan males juga. Ga bisa dibaca sambil tiduran .. Karena berat... Dan juga saat ini di Indonesia kan belum semuanya punya laptop juga ...

Seandainya Indonesia dah punya mini laptop impianku itu, mungkin udah ga akan ada produksi kertas lagi, kalaupun ada paling cuma dikit bgt lah ...

Kurniawan mengatakan...

PC Tablet boleh jg

Zae mengatakan...

@Kurniawan
andai aku punya ....

Anonim mengatakan...

wew tapi gmana ya nasib para bakul buku??

Zae mengatakan...

@Anonim
cari lapangan kerja lain ...
misal jualan makanan ..

Poskan Komentar

anda dapat menggunakan beberapa tag HTML, seperti <b>bold</b> untuk bold, <i>italic</i> untuk italic, <a href='#'>link</a> untuk link